Burhan

Mengetuk Pintu Langit Lewat Dunia Digital

Sarana Dakwah Digital Para Marbot Pemuda Masjid 17 Purwokerto

Di tengah hiruk-pikuk Kota Purwokerto, tepatnya di sudut Jalan Dr. Angka No. 1, berdiri megah sebuah bangunan bersejarah: Masjid 17 Purwokerto. Masjid yang sarat akan filosofi angka “17” (merujuk pada infak pertama sebesar 17 ribu rupiah, diprakarsai oleh 17 orang, hingga melambangkan jumlah rakaat salat) kini tidak hanya menjadi sekadar tempat sujud. Di tangan generasi muda yang mendedikasikan dirinya sebagai marbot, masjid ini bertransformasi menjadi pusat peradaban digital yang ramah bagi milenial dan musafir.

Salah satu napas digitalisasi masjid ini berembuk di balik layar, kanal Instagram @masjid17purwokerto dan website masjid17purwokerto.com. Melalui kanal digital ini, para pemuda marbot secara sukarela mengemas dakwah dan informasi keagamaan menjadi konsumsi yang modern, aksesibel, dan memikat.

Marbot Modern: Bukan Sekadar Menyapu Lantai

Citra marbot masjid yang kerap diidentikkan hanya dengan aktivitas bersih-bersih atau menjaga sandal kini dipatahkan oleh para pemuda di Masjid 17 Purwokerto. Bagi mereka, menjaga rumah Allah juga berarti menjaga marwah informasi dan memperluas jangkauan syiar Islam ke ruang siber.

Bergerak secara sukarela, para marbot muda ini membagi waktu di antara kuliah atau kerja untuk mengelola konten website. WordPress dipilih sebagai “senjata utama” karena sifatnya yang dinamis, mudah dikustomisasi, serta memiliki ekosistem yang mendukung untuk membagikan info kegiatan secara cepat.

Situs web yang didesain apik ini menjadi jembatan informasi utama bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Sentuhan kreativitas anak muda terlihat jelas pada kaki halaman (footer) situs yang dengan bangga menuliskan: “Made with ♥ by BAWOR & WordPress.” Sebuah perpaduan identitas lokal Banyumas (Bawor) dan teknologi global.

Menghidupkan Program Inovatif

Melalui platform WordPress, marbot Masjid 17 menyebarluaskan informasi dan agenda kemakmuran masjid yang sangat bervariasi. Beberapa program unggulan anak muda yang dikelola dan diinformasikan melalui situs ini antara lain:

  1. 5 AM Circle: Komunitas subuh yang dirancang khusus untuk mendorong anak muda Purwokerto agar lebih produktif, kreatif, dan mengawali hari dengan energi positif selepas salat berjamaah.

  2. Cafe Kemakmuran: Sebuah konsep ruang diskusi yang nyaman di lingkungan masjid, menyediakan secangkir kebaikan untuk memfasilitasi anak muda berkumpul dalam atmosfer yang religius namun santai.

  3. Masjid Peduli Lingkungan & Kegiatan Sosial: Mulai dari info Cafe Jumat, Kajian Tahsin Muslimah, hingga penggalangan donasi untuk sedekah Al-Qur’an.

  4. Layanan 24 Jam: Masjid 17 Purwokerto juga dikenal sangat ramah musafir dengan menyediakan tempat menginap serta ambulan gratis yang layanannya disebarluaskan lewat halaman kontak marbot di website.

Setiap ada kajian atau program baru, para marbot dengan sigap memperbarui informasi. Mereka menyadari bahwa di era digital, ketiadaan informasi di internet sering kali membuat sebuah gerakan kebaikan tidak terdengar oleh publik.

WordPress sebagai Pilar “Ekonomi & Pendidikan” Digital

Bagi para pemuda marbot ini, mengelola WordPress bukan sekadar menaruh jadwal salat. Ini adalah bagian dari pilar dakwah yang nyata. Di dalam visi misi Masjid 17 Purwokerto, terdapat pilar Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan Ekonomi.

Melalui portal informasi ini, mereka membuka peluang pemberdayaan ekonomi jamaah melalui pelatihan UMKM dan dukungan pemasaran digital. Keterampilan mengelola web yang dimiliki para marbot secara tidak langsung menular menjadi inspirasi bagi jamaah di sekitarnya.

Inspirasi dan Hikmah Bagi Semua

Kisah para marbot di Masjid 17 Purwokerto membuktikan bahwa dakwah tidak melulu harus tegak di atas mimbar dengan mikrofon. Dakwah bisa bermula dari ketukan jari di atas kibor, mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO).

Melalui kesukarelaan dan dedikasi memanfaatkan sosial media, pemuda marbot Masjid 17 Purwokerto telah memberi hikmah bagi kita satu hal: Memakmurkan masjid di era modern memerlukan kolaborasi antara ketulusan hati dan penguasaan teknologi. Keberadaan masjid17purwokerto.com menjadi bukti fisik bahwa dari sudut Kota Purwokerto, syiar Islam yang teduh, inklusif, dan berkemajuan bisa bergema global secara digital.

Mengenal WordPress.com for Education

Transformasi Pembelajaran Digital

Di era digital saat ini, memiliki kemampuan untuk membangun kehadiran online bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan pokok. Memahami hal ini, WordPress.com meluncurkan program WordPress.com for Education—sebuah inisiatif yang memberikan akses gratis ke platform hosting profesional bagi siswa dan pendidik di seluruh dunia.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu WordPress for Education, fitur-fitur unggulannya, serta bagaimana program ini membantu mempersiapkan siswa menghadapi masa depan dunia kerja.

Apa Itu WordPress.com for Education?

WordPress.com for Education adalah program khusus yang menawarkan paket hosting WordPress profesional secara gratis bagi siswa selama masa studi mereka. Program ini menghilangkan hambatan biaya dan teknis, memungkinkan institusi pendidikan untuk fokus pada pengajaran, kreativitas, dan literasi digital.

Dengan paket ini, siswa tidak hanya mendapatkan blog standar, tetapi akses ke fitur tingkat lanjut seperti pemasangan plugin, tema kustom, dan alat profesional lainnya yang biasanya hanya tersedia di paket berbayar.

Fitur Utama yang Ditawarkan

Program ini memberikan pengalaman WordPress yang lengkap (The Complete WordPress Experience) tanpa kerumitan pengelolaan infrastruktur:

  1. Hosting Profesional Tanpa Batas: Siswa mendapatkan hosting yang andal dengan dukungan penuh untuk plugin dan tema pihak ketiga.

  2. Domain Gratis: Peserta program mendapatkan nama domain gratis (dengan ekstensi .blog) selama masa aktif program.

  3. Bebas Biaya & Tanpa Kartu Kredit: Pendaftaran dilakukan melalui institusi atau pengajar, sehingga siswa tidak perlu memasukkan informasi pembayaran atau mengkhawatirkan biaya tersembunyi.

  4. Kepemilikan Konten Sepenuhnya: Siswa memiliki kontrol penuh atas situs mereka. Ini bukan sekadar tugas sekolah yang akan dihapus setelah semester berakhir, melainkan aset digital yang bisa terus dikembangkan.

Manfaat bagi Pendidik dan Siswa

1. Membangun Portofolio yang “Abadi”

Salah satu keunggulan utama program ini adalah keberlanjutannya. Setelah lulus, siswa tetap dapat menjaga situs mereka tetap online. Jika mereka memilih untuk tidak memperpanjang paket berbayar setelah lulus, situs akan otomatis beralih ke paket gratis WordPress.com tanpa menghapus konten yang sudah ada.

2. Pembelajaran Berbasis Proyek Nyata

Siswa dapat belajar membangun toko online (e-commerce), membuat majalah digital, atau mengelola blog profesional menggunakan alat yang sama dengan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia.

3. Ekosistem Komunitas yang Kuat

WordPress mendukung berbagai inisiatif pendidikan melalui:

  • WordPress Campus Connect: Menghubungkan siswa dengan profesional di industri.

  • WordPress Student Clubs: Komunitas di kampus untuk belajar dan berkolaborasi.

  • Kurikulum Open Source: Memberikan pemahaman tentang pentingnya perangkat lunak terbuka dan kontribusi komunitas.

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Program

  • Apa yang terjadi jika masa studi berakhir? Lulusan dapat memperbarui rencana mereka dengan harga diskon khusus. Jika tidak diperbarui, situs akan kembali ke versi gratis WordPress.com (domain akan berubah kembali ke sub-domain .wordpress.com dan plugin pihak ketiga akan dinonaktifkan, namun konten tetap aman).

  • Apakah situs bisa dipindahkan ke host lain? Ya. Karena WordPress bersifat open-source, pengguna memiliki kebebasan penuh untuk mengekspor konten atau melakukan migrasi seluruh situs ke penyedia hosting lain kapan saja.

  • Apakah bisa menggunakan domain selain .blog? Secara default, program menyediakan domain .blog. Namun, siswa tetap bisa menggunakan domain lain dengan membelinya secara terpisah atau menghubungkan domain yang sudah dimiliki.

Cara Mendaftar

Pengajar atau administrator sekolah dapat mengajukan permohonan melalui laman resmi WordPress.com Education. Anda hanya perlu mengisi formulir mengenai detail kursus atau program pendidikan yang dijalankan, dan tim WordPress akan memberikan instruksi selanjutnya untuk proses onboarding siswa.


WordPress.com for Education bukan sekadar alat pembuat website; ini adalah jembatan bagi generasi mendatang untuk menguasai web terbuka. Dengan memberikan alat profesional secara gratis, WordPress membantu siswa membangun identitas digital yang kredibel dan bertahan lama.

Tertarik untuk membawa teknologi ini ke kelas Anda? Kunjungi WordPress.com/Education sekarang.

Membangun Loyalitas; Strategi Penguatan Website Komunitas

Dalam ekosistem digital yang semakin dinamis, sebuah website komunitas bukan lagi sekadar tempat berbagi informasi. Komunitas yang sukses adalah komunitas yang mampu bertransformasi menjadi “rumah kedua” bagi penggunanya. Di sinilah konsep User Empowerment atau penguatan pengguna menjadi krusial.

Mengapa? Karena pengguna yang merasa berdaya tidak hanya akan bertahan, tetapi juga akan menjadi subyek paling vokal bagi platform Anda.

1. Membangun Sense of Ownership (Rasa Memiliki)

Langkah pertama dalam penguatan pengguna adalah mengubah mindset mereka dari “pengunjung” menjadi “pemangku kepentingan”.

  • Libatkan dalam Pengambilan Keputusan: Buat komunikasi sebelum meluncurkan fitur baru. Ketika pengguna merasa suara mereka didengar, mereka merasa memiliki andil dalam pertumbuhan website.

  • Sistem Reputasi yang Transparan: Berikan penghargaan berbasis kontribusi.

2. Personalisasi dan Kontrol Penuh

Pengguna merasa kuat ketika mereka memiliki kendali atas pengalaman mereka sendiri.

  • Dashboard yang Fleksibel: Izinkan pengguna berkontribusi, ide-ide yang ingin mereka lakukan

  • Privasi sebagai Prioritas: Berikan kontrol penuh atas data dan visibilitas profil mereka. Keamanan adalah fondasi utama dari kepercayaan pengguna.

3. Fasilitasi Kontribusi Kreatif

Website komunitas yang kuat didorong oleh User-Generated Content (UGC). Untuk memperkuat pengguna, mudahkan mereka untuk berkarya:

Strategi Implementasi Praktis
Tooling yang Mudah Editor teks yang intuitif, fitur upload yang cepat, dan integrasi multimedia.
Ruang Apresiasi Fitur “Highlight of the Week” untuk konten terbaik dari anggota.
Akses Eksklusif Berikan akses ke fitur beta bagi pengguna yang paling aktif berkontribusi.

“Komunitas bukan tentang apa yang bisa Anda dapatkan dari orang lain, tapi tentang apa yang bisa Anda berdayakan dalam diri mereka.”

4. Edukasi dan Literasi Komunitas

Seringkali, pengguna tidak aktif karena mereka tidak tahu caranya. Penguatan juga berarti memberikan “senjata” berupa pengetahuan.

  • Panduan Komunitas: Sediakan dokumentasi yang jelas mengenai aturan main dan tips mengoptimalkan fitur website.

  • Program Mentoring: Hubungkan pengguna lama dengan pengguna baru. Ini menciptakan ekosistem yang suportif secara organik.

Penguatan pengguna adalah investasi jangka panjang. Dengan memberikan suara, kendali, dan apresiasi yang layak, Anda sedang membangun fondasi komunitas yang tidak hanya besar secara angka, tetapi juga solid secara kualitas.

Ingat, website Anda hanyalah sebuah kode dan desain; penggunalah yang memberikan jiwa di dalamnya.

Membuat Plugin Tanpa Coding

Obyek pembuatan:
Plugin WordPress Jadwal Sholat & Countdown Buka Puasa (Wilayah Banyumas) dengan bantuan AI Gemini (Canvas).

Berikut prompt yang digunakan:
Buatkan sebuah plugin WordPress khusus untuk menampilkan jadwal sholat dengan fokus utama pada waktu Maghrib (Buka Puasa) untuk wilayah Banyumas. Plugin ini harus memiliki fitur-fitur berikut:

  1. Fungsionalitas Waktu:

    • Tampilkan list jadwal sholat lengkap, termasuk penambahan waktu Imsak.

    • Gunakan API jadwal sholat yang akurat atau perhitungan lokal untuk koordinat wilayah Banyumas.

  2. Sistem Countdown Dinamis:

    • Buat fitur hitung mundur (countdown) menuju waktu berbuka puasa (Maghrib).

    • Logika Transisi: Setelah hitung mundur Maghrib selesai (mencapai nol), script membuat jeda 5 menit untuk menampilkan informasi Berbuka Puasa, kemudian dilanjutkan otomatis beralih (update) untuk menghitung mundur ke waktu sholat berikutnya secara berurutan.

  3. Visual & UI:

    • Gunakan skema warna Hitam, Biru, dan Abu untuk bagian-bagiannya.

    • Tambahkan ikon yang relevan pada setiap nama waktu sholat (Imsak, Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya).

  4. Fitur Audio (Adzan):

    • Integrasikan script audio untuk memutar suara adzan secara otomatis tepat ketika hitung mundur Maghrib menyentuh waktu berbuka puasa.

  5. Output Kode:

    • Berikan struktur file plugin standard (.php), file CSS untuk styling hitam yang elegan, dan file JavaScript untuk logika countdown serta trigger audio.


Catatan:

  • Izin Browser: Browser modern (Chrome/Safari) biasanya memblokir autoplay audio sebelum ada interaksi user (klik) di halaman tersebut. Sehingga harus menambahkan script “Mute/Unmute”.

  • API: Untuk wilayah Banyumas, biasanya paling stabil menggunakan API dari Kemenag atau aladhan.com.
  • Hasil generate prompt mungkin bisa sedikit berbeda satu sama lain, perlu pengeditan agar sesuai kebutuhan.

 

File jadi dan siap pakai, berikut script hasil generate prompt (minor edit untuk penyesuaian tulisan):

<?php
/**
 * Plugin Name: Jadwal Sholat, Imsak, Berbuka Banyumas
 * Description: Menampilkan jadwal sholat harian, waktu Imsak, dan hitung mundur dinamis dengan suara adzan otomatis saat Maghrib khusus wilayah Banyumas.
 * Version: 1.7
 * Author: Banyumas WordPress
 * Author URI:  https://banyumaswordpress.com/
 * License:     GPLv2 or later
 * License URI: http://www.gnu.org/licenses/old-licenses/gpl-2.0.html
 */

if (!defined('ABSPATH')) exit;

class BanyumasAdzanPlugin {

    public function __construct() {
        add_shortcode('adzan_banyumas', array($this, 'render_widget'));
        add_action('wp_enqueue_scripts', array($this, 'enqueue_assets'));
    }

    public function enqueue_assets() {
        ?>
        <style>
            .adzan-container {
                background: #f4f4f4;
                border-radius: 12px;
                padding: 20px;
                text-align: center;
                font-family: 'Tahoma', Lato;
                box-shadow: 0 4px 6px rgba(0,0,0,0.1);
                max-width: 320px;
                margin: 10px auto;
                position: relative;
            }
            .adzan-title { font-weight: bold; color: #2c3e50; margin-bottom: 5px; }
            .adzan-location { font-size: 0.9em; font-weight: bold; color: #2c3e50; margin-bottom: 15px; }
            .next-event-timer {
                background: #1a1a1a;
                color: white;
                padding: 12px;
                border-radius: 8px;
                font-size: 1.0em;
                font-weight: bold;
                margin-bottom: 15px;
                transition: all 0.5s ease;
                min-height: 50px;
                display: flex;
                align-items: center;
                justify-content: center;
                line-height: 1.2;
            }
            .sholat-list {
                display: flex;
                flex-wrap: wrap;
                justify-content: space-between;
                font-size: 0.85em;
            }
            .sholat-item {
                width: 48%;
                background: white;
                margin-bottom: 8px;
                padding: 10px 5px;
                border-radius: 8px;
                border-bottom: 3px solid #22769d;
                box-sizing: border-box;
                display: flex;
                flex-direction: column;
                align-items: center;
                gap: 5px;
                transition: transform 0.2s;
            }
            .sholat-icon {
                width: 20px;
                height: 20px;
                fill: #7f8c8d;
            }
            .sholat-name { font-weight: bold; color: #34495e; }
            .sholat-time { color: #16a085; font-weight: bold; }
            .highlight-next { 
                border-bottom-color: #1a1a1a;
                background: #e0e0e0; 
                transform: scale(1.05);
            }
            .highlight-next .sholat-icon { fill: #1a1a1a; }
            .highlight-imsak { border-bottom-color: #2980b9; }
            
            .audio-control {
                background: #22769d;
                border: none;
                border-radius: 10px;
                padding: 10px 10px;
                font-size: 12px;
                color: white;
                cursor: pointer;
                margin-top: 15px;
                display: inline-block;
                transition: all 0.3s cubic-bezier(0.4, 0, 0.2, 1);
                font-weight: bold;
                box-shadow: 0 2px 4px rgba(0,0,0,0.1);
            }
            .audio-control:active {
                transform: scale(0.95);
            }
            .audio-control.active {
                background: #27ae60;
                box-shadow: 0 2px 8px rgba(39, 174, 96, 0.3);
            }
            .status-berbuka {
                background: #27ae60 !important;
                animation: pulse 2s infinite;
            }
            @keyframes pulse {
                0% { opacity: 1; }
                50% { opacity: 0.8; }
                100% { opacity: 1; }
            }
        </style>
        <?php
    }

    private function get_icon($name) {
        $icons = [
            'Imsak'   => '<svg class="sholat-icon" viewBox="0 0 24 24"><path d="M12,2A10,10 0 0,0 2,12A10,10 0 0,0 12,22A10,10 0 0,0 22,12A10,10 0 0,0 12,2M12,4A8,8 0 0,1 20,12A8,8 0 0,1 12,20A8,8 0 0,1 4,12A8,8 0 0,1 12,4M12,6V12L16,14L16.8,12.7L13.5,10.8V6H12Z" /></svg>',
            'Subuh'   => '<svg class="sholat-icon" viewBox="0 0 24 24"><path d="M12,6.5L6,15H18L12,6.5M7.34,16.5C8,17.41 9.07,18 10.32,18H13.68C14.93,18 16,17.41 16.66,16.5H7.34M12,2L14.45,4.45H19.55V9.55L22,12L19.55,14.45V19.55H14.45L12,22L9.55,19.55H4.45V14.45L2,12L4.45,9.55V4.45H9.55L12,2Z" /></svg>',
            'Dzuhur'  => '<svg class="sholat-icon" viewBox="0 0 24 24"><path d="M12,7L14,11H10L12,7M12,2L14.83,4.83L19.17,4.83L19.17,9.17L22,12L19.17,14.83L19.17,19.17L14.83,19.17L12,22L9.17,19.17L4.83,19.17L4.83,14.83L2,12L4.83,9.17L4.83,4.83L9.17,4.83L12,2M12,18A6,6 0 0,0 18,12A6,6 0 0,0 12,6A6,6 0 0,0 6,12A6,6 0 0,0 12,18Z" /></svg>',
            'Ashar'   => '<svg class="sholat-icon" viewBox="0 0 24 24"><path d="M12,2L4.5,20.29L5.21,21L12,18L18.79,21L19.5,20.29L12,2Z" /></svg>',
            'Maghrib' => '<svg class="sholat-icon" viewBox="0 0 24 24"><path d="M13,20H11V18H13V20M13,10H11V5H13V10M13,14H11V12H13V14M20,12C20,16.42 16.42,20 12,20C7.58,20 4,16.42 4,12C4,7.58 7.58,4 12,4C16.42,4 20,7.58 20,12M22,12C22,6.48 17.52,2 12,2C6.48,2 2,6.48 2,12C2,17.52 6.48,22 12,22C17.52,22 22,17.52 22,12Z" /></svg>',
            'Isya'    => '<svg class="sholat-icon" viewBox="0 0 24 24"><path d="M17.75,4.09L15.22,6.03L16.13,9.09L13.5,7.28L10.87,9.09L11.78,6.03L9.25,4.09L12.44,4.03L13.5,1L14.56,4.03L17.75,4.09M21.25,11L19.61,12.25L20.2,14.23L18.5,13.06L16.8,14.23L17.39,12.25L15.75,11L17.81,10.95L18.5,9L19.19,10.95L21.25,11M18.97,15.95C17.14,15.95 15.46,15.22 14.22,14.05C13.28,15.86 11.39,17.07 9.19,17.07C7.31,17.07 5.66,16.14 4.65,14.73C4.16,16.87 5.16,19.26 7.31,20.34C9.46,21.42 12.06,20.84 13.5,19.1C14.74,20.5 16.65,21.23 18.7,21.14C21.41,21.03 23.63,18.91 23.95,16.21C24,15.8 23.67,15.46 23.26,15.53C21.91,15.8 20.47,15.95 18.97,15.95Z" /></svg>'
        ];
        return isset($icons[$name]) ? $icons[$name] : '';
    }

    private function get_adzan_data() {
        $lat = -7.5133;
        $lng = 109.2944;
        $cache_key = 'adzan_banyumas_data_v17_' . date('Ymd');
        $data = get_transient($cache_key);

        if (false === $data) {
            $url = "https://api.aladhan.com/v1/timings/" . time() . "?latitude=$lat&longitude=$lng&method=11";
            $response = wp_remote_get($url);
            if (is_wp_error($response)) return false;
            $body = json_decode(wp_remote_retrieve_body($response), true);
            if (isset($body['data']['timings'])) {
                $data = $body['data']['timings'];
                set_transient($cache_key, $data, HOUR_IN_SECONDS * 12);
            } else {
                return false;
            }
        }
        return $data;
    }

    public function render_widget() {
        $timings = $this->get_adzan_data();
        if (!$timings) return "<p>Gagal memuat jadwal sholat.</p>";

        ob_start();
        ?>
        <div class="adzan-container">
            <div class="adzan-title">Jadwal Sholat & Imsakiyah</div>
            <div class="adzan-location">Kab. Banyumas & Sekitarnya</div>
            
            <div class="next-event-timer" id="adzan-next-timer">
                Memuat hitung mundur...
            </div>

            <div class="sholat-list">
                <?php 
                $list = [
                    'Imsak'   => $timings['Imsak'],
                    'Subuh'   => $timings['Fajr'],
                    'Dzuhur'  => $timings['Dhuhr'],
                    'Ashar'   => $timings['Asr'],
                    'Maghrib' => $timings['Maghrib'],
                    'Isya'    => $timings['Isha']
                ];
                foreach ($list as $name => $time) : 
                    $class = 'sholat-item';
                    if ($name == 'Imsak') $class .= ' highlight-imsak';
                ?>
                    <div class="<?php echo $class; ?>" id="item-<?php echo strtolower($name); ?>">
                        <?php echo $this->get_icon($name); ?>
                        <span class="sholat-name"><?php echo $name; ?></span>
                        <span class="sholat-time"><?php echo $time; ?></span>
                    </div>
                <?php endforeach; ?>
            </div>

            <audio id="adzan-audio" preload="auto">
                <source src="https://www.islamcan.com/audio/adhan/azan1.mp3" type="audio/mpeg">
            </audio>
            <div class="audio-control" id="enable-audio">Aktifkan Suara Adzan Maghrib</div>
        </div>

        <script>
            (function() {
                const timings = <?php echo json_encode($list); ?>;
                const audio = document.getElementById('adzan-audio');
                const audioBtn = document.getElementById('enable-audio');
                let adzanPlayed = false;

                audioBtn.addEventListener('click', function() {
                    audio.play().then(() => {
                        audio.pause();
                        audio.currentTime = 0;
                        audioBtn.innerHTML = "🔊 Suara Adzan Diaktifkan";
                        audioBtn.style.color = "#ffffff";
                    }).catch(e => console.log("Audio play blocked"));
                });
                
                function updateCountdown() {
                    const now = new Date();
                    let nextTime = null;
                    let nextName = "";
                    
                    const schedule = Object.keys(timings).map(name => {
                        const [h, m] = timings[name].split(':');
                        const target = new Date();
                        target.setHours(parseInt(h), parseInt(m), 0, 0);
                        return { name, target };
                    });

                    // Cek apakah saat ini dalam masa "Selamat Berbuka" (5 menit setelah Maghrib)
                    const maghribItem = schedule.find(i => i.name === 'Maghrib');
                    const fiveMinutesAfterMaghrib = new Date(maghribItem.target.getTime() + 5 * 60000);
                    
                    const display = document.getElementById('adzan-next-timer');
                    if (!display) return;

                    if (now >= maghribItem.target && now < fiveMinutesAfterMaghrib) {
                        // FASE 1: JEDA SELAMAT BERBUKA (5 Menit)
                        display.innerHTML = "Selamat Berbuka!<br>Segerakan Menikmati Hidangan";
                        display.classList.add('status-berbuka');
                        
                        // Putar audio jika belum
                        if (!adzanPlayed) {
                            audio.play();
                            adzanPlayed = true;
                        }

                        // Tetap tunjukkan highlight pada Maghrib di list
                        updateHighlight('maghrib');
                        return; 
                    }

                    // FASE 2: HITUNG MUNDUR NORMAL
                    display.classList.remove('status-berbuka');
                    
                    // Cari jadwal berikutnya
                    schedule.sort((a, b) => a.target - b.target);
                    for (let item of schedule) {
                        if (item.target > now) {
                            nextTime = item.target;
                            nextName = item.name;
                            break;
                        }
                    }

                    // Reset flag jika sudah lewat masa berbuka agar bisa bunyi besok
                    if (now >= fiveMinutesAfterMaghrib) {
                        adzanPlayed = false; 
                    }

                    if (!nextTime) {
                        const [h, m] = timings['Imsak'].split(':');
                        nextTime = new Date();
                        nextTime.setDate(nextTime.getDate() + 1);
                        nextTime.setHours(parseInt(h), parseInt(m), 0, 0);
                        nextName = "Imsak Besok";
                    }

                    const diff = nextTime - now;
                    const h = Math.floor(diff / 3600000);
                    const m = Math.floor((diff % 3600000) / 60000);
                    const s = Math.floor((diff % 60000) / 1000);
                    
                    let label = (nextName === 'Maghrib') ? 'Buka Puasa' : nextName;
                    display.innerHTML = `Menuju ${label}: <br> ${h}jam ${m}menit ${s}detik`;
                    display.style.background = "#1a1a1a";

                    let searchName = nextName === "Imsak Besok" ? "imsak" : nextName.toLowerCase();
                    updateHighlight(searchName);
                }

                function updateHighlight(name) {
                    document.querySelectorAll('.sholat-item').forEach(el => {
                        el.classList.remove('highlight-next');
                    });
                    const currentId = 'item-' + name;
                    const currentItem = document.getElementById(currentId);
                    if (currentItem) {
                        currentItem.classList.add('highlight-next');
                    }
                }

                setInterval(updateCountdown, 1000);
                updateCountdown();
            })();
        </script>
        <?php
        return ob_get_clean();
    }
}

new BanyumasAdzanPlugin();

WordPress Untuk Pendidikan Lewat WordPress Education Initiative

WordPress Education Initiative adalah payung program yang dirancang untuk membantu pelajar dan mahasiswa, pendidik, dan komunitas pelajar untuk berkolaborasi, berinovasi dan berkontribusi di ekosistem WordPress melalui cara yang terstruktur dan mudah.

Melalui program ini, institusi pendidikan dan komunitas di seluruh dunia dapat menyelenggarakan kegiatan praktis, mengintegrasikan WordPress ke dalam kurikulum, dan membangun komunitas pelajar dan mahasiswa, yang aktif berkolaborasi dan berinovasi di lingkungan mereka.

Tiga program utama di bawah WordPress Education Initiative adalah

  • WordPress Campus Connect
  • WordPress Credits
  • WordPress Student Club.​

​Ketiganya saling melengkapi, mulai dari kegiatan satu harian di institusi pendidikan, proyek akademik berbasis kontribusi, hingga kegiatan komunitas pelajar dan mahasiswa, yang berjalan sepanjang tahun.

WordPress Campus Connect

WordPress Campus Connect adalah inisiatif pembelajaran global yang membawa pengalaman praktis menggunakan WordPress langsung ke institusi pendidikan mulai dari tingkat SMP hingga bangku perkuliahan dan ruang pendidikan informal.​ Melalui workshop setengah hari atau sehari penuh, belajar membangun situs web dan mengenal berbagai peluang karier di ekosistem WordPress.​

Tujuan

  • Menghadirkan pengalaman belajar WordPress yang praktis, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan industri digital.​
  • Membangun portofolio nyata melalui proyek website yang mereka kerjakan sendiri.​
  • Menghubungkan institusi pendidikan dengan komunitas dan ekosistem WordPress global.​

Sasaran

  • Pelajar dan mahasiswa dari berbagai jurusan yang ingin belajar membuat dan mengelola website menggunakan WordPress.​
  • Dosen dan pengelola program studi yang ingin menambah aktivitas praktikum atau guest lecture berbasis teknologi web.​
  • Komunitas lokal yang ingin membawa kegiatan WordPress ke lingkungan pendidikan.​

Siapa yang Bisa Terlibat

  • Pendidik atau staf akademik: sebagai penyelenggara atau panitia lokal di kampus, penghubung dengan fakultas, dan pendamping pelajar dan mahasiswa,.​
  • Pelajar dan mahasiswa: sebagai peserta, panitia lokal, MC, dokumentasi, hingga relawan teknis.​
  • Komunitas WordPress lokal: sebagai fasilitator, mentor, dan narasumber selama acara.​
  • Perusahaan dan mitra: sebagai sponsor acara, penyedia kebutuhan workshop, atau memberikan peluang lanjutan (magang, rekrutmen, dsb.).​

Cara Bergabung

Institusi pendidikan atau komunitas yang tertarik dapat:

WordPress Credits

WordPress Credits adalah program berbasis kontribusi yang menghubungkan khususnya mahasiswa dengan proyek WordPress nyata, di mana jam kontribusi mereka dapat diakui sebagai bagian dari kurikulum atau kredit akademik.​ Program ini dijalankan melalui kemitraan antara institusi pendidikan tinggi dan WordPress Foundation.​

Tujuan

  • Mengintegrasikan kontribusi ke WordPress sebagai bagian resmi dari pengalaman belajar di perguruan tinggi.​
  • Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan proyek nyata untuk organisasi non-profit dan komunitas.​
  • Menyiapkan generasi baru kontributor dan profesional WordPress yang memahami cara kerja ekosistem open source.​

Sasaran

  • Universitas dan sekolah tinggi yang ingin menambahkan komponen proyek industri atau layanan masyarakat (service learning) ke dalam kurikulum mereka.​
  • Mahasiswa yang membutuhkan pengalaman nyata dan pengakuan akademik atas kontribusi mereka di proyek open source.​

Siapa yang Bisa Terlibat

  • Institusi pendidikan: sebagai mitra resmi program dan penyedia struktur akademik (mata kuliah, SKS, tugas akhir, dsb.).​
  • Dosen: sebagai pengampu mata kuliah, pembimbing akademik, dan penghubung dengan tim WordPress.​
  • Mahasiswa: sebagai kontributor aktif di proyek WordPress (kode, desain, dokumentasi, latihan UX, terjemahan, event, dan lain-lain).​
  • Organisasi non-profit: sebagai penerima manfaat dari proyek website dan solusi WordPress yang dikerjakan mahasiswa.​

Cara Bergabung

WordPress Student Club

WordPress Student Club adalah komunitas WordPress yang dipimpin mahasiswa dan dibentuk di lingkungan kampus.​ Club ini berfungsi sebagai ruang belajar, kolaborasi, dan eksplorasi berkelanjutan seputar WordPress dan ekosistem open web.​

Tujuan

  • Membangun komunitas mahasiswa yang tertarik pada WordPress, web development, desain, content creation, dan dunia digital secara luas.​
  • Menyediakan wadah kegiatan rutin seperti workshop, sharing session, proyek bersama, hackaton atau kompetisi kecil berbasis WordPress.​
  • Menjadi jembatan antara kampus, komunitas lokal, dan ekosistem WordPress global.​

Sasaran

  • Mahasiswa dari berbagai jurusan (TI, desain, komunikasi, bisnis, dan lainnya) yang ingin memperdalam keterampilan digital mereka.​
  • Kampus yang ingin menghadirkan komunitas teknologi yang aktif dan berkelanjutan di lingkungan internal.​

Siapa yang Bisa Terlibat

  • Mahasiswa: sebagai pengurus inti (core team), anggota, mentor junior, dan penyelenggara kegiatan.​
  • Dosen / Faculty Advisor: sebagai pembimbing resmi club dan penghubung dengan pihak kampus.​
  • Komunitas WordPress lokal: sebagai mitra belajar, narasumber, dan jaringan di luar kampus.​

Cara Bergabung

Mengapa WordPress Education Initiative Penting untuk Indonesia?

Untuk Perkembangan IT di Indonesia

Melalui program-program ini, pelajar dan mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan website dan kontribusi ke proyek nyata.​ Hal ini membantu melahirkan talenta digital baru yang siap terjun ke industri, baik sebagai developer, desainer, content creator, maupun entrepreneur berbasis WordPress.​

Untuk Dunia Pendidikan

Institusi pendidikan mendapatkan program siap pakai yang dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan akademik tanpa biaya lisensi, karena WordPress adalah perangkat lunak open source.​ Pendidik dapat memperkaya kurikulum dengan proyek dunia nyata dan membangun jejaring internasional melalui kolaborasi dengan komunitas WordPress global.​

Untuk Pelaku Bisnis dan Organisasi

Pelaku bisnis di Indonesia akan diuntungkan dengan adanya lulusan yang sudah terbiasa menggunakan WordPress dan memahami praktik terbaik di dunia web modern.​ Organisasi non-profit dan komunitas lokal bisa mendapatkan manfaat dari pengembangan website melalui proyek-proyek yang dikerjakan pelajar dan mahasiswa dalam program seperti WordPress Credits.​

Untuk Ekosistem WordPress

Semakin banyak pelajar, mahasiswa, pendidik, dan profesional yang terlibat, semakin kuat dan berkelanjutan ekosistem WordPress, baik di Indonesia maupun secara global.​ Komunitas WordPress Indonesia juga akan mendapatkan generasi baru kontributor dan penyelenggara acara yang berawal dari lingkungan kampus.

Ajakan untuk Institusi Pendidikan dan WordPress Meetup Organizer

Bagi institusi pendidikan, inisiatif ini membuka kesempatan untuk:

  • Menghadirkan pengalaman belajar berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan industri.​
  • Memperkuat reputasi kampus sebagai bagian dari ekosistem open source global.​

Bagi Meetup Organizer di Indonesia, program-program ini adalah peluang untuk:

  • Membawa kegiatan komunitas ke kampus melalui WordPress Campus Connect.​
  • Mendukung kampus yang tertarik menjalankan WordPress Credits.​
  • Menjadi mitra belajar bagi WordPress Student Club di berbagai kota.​

Jika kamu adalah pendidik, pengelola program studi, atau organizer komunitas yang tertarik menjalankan program ini di Indonesia, kamu bisa mulai dengan membaca informasi lebih lengkap di WordPress.org Education dan berdiskusi dengan komunitas WordPress Indonesia melalui wp-id.org.

1 2 3 4 6