Pernahkah Anda membayangkan mengelola puluhan atau bahkan ratusan situs web hanya dari satu dasbor tunggal? Itulah kekuatan WordPress Multisite. Fitur ini memungkinkan Anda untuk membuat jaringan situs web (network) yang berbagi satu instalasi inti WordPress yang sama.
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya: Mengenal WordPress Multisite. Berikut adalah pembahasan mengapa Anda membutuhkannya, dan langkah-langkah teknis untuk mengaktifkannya.
Apa Itu Jaringan WordPress Multisite?
WordPress Multisite adalah koleksi situs yang berbagi file sistem, plugin, dan tema yang sama. Dalam jaringan ini, terdapat istilah “sub-situs” yang dikelola oleh seorang Super Admin. Meskipun berbagi file inti, setiap situs memiliki direktori media dan tabel konten database yang terpisah, sehingga konten antar situs tidak akan tercampur.
Mengapa Menggunakan Multisite?
Multisite sangat ideal untuk situasi di mana Anda memiliki banyak situs yang serupa namun harus tetap terpisah. Contohnya:
-
Institusi Pendidikan: Universitas yang memberikan sub-situs untuk setiap fakultas atau dosen.
-
Organisasi Non-profit: Cabang regional yang memiliki halaman web sendiri namun di bawah satu payung utama.
-
Jaringan Blog: Seperti Make WordPress, di mana setiap tim kontributor memiliki sub-situs khusus.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai
Sebelum melakukan instalasi, pastikan Anda telah melakukan hal berikut:
-
Backup Lengkap: Selalu cadangkan database dan file situs Anda.
-
Cek Permalinks: Pastikan struktur permalink sudah diatur (bukan struktur “Plain”).
-
Deaktivasi Plugin: Semua plugin harus dinonaktifkan sementara selama proses pengaturan.
-
Akses Hosting: Anda membutuhkan akses ke File Manager atau FTP untuk mengedit file sistem.
Langkah-Langkah Mengaktifkan WordPress Multisite
Langkah 1: Mengaktifkan Fitur Multisite
Buka file wp-config.php di direktori utama WordPress Anda menggunakan FTP atau File Manager. Tambahkan kode berikut tepat di atas baris /* That's all, stop editing! Happy blogging. */:
define( 'WP_ALLOW_MULTISITE', true );
Simpan file tersebut dan segarkan (refresh) halaman dasbor WordPress Anda.
Langkah 2: Pengaturan Jaringan (Network Setup)
Setelah langkah di atas, akan muncul menu baru. Buka Tools (Peralatan) > Network Setup. Di sini Anda harus memilih struktur URL untuk sub-situs Anda:
-
Sub-domains: Contoh:
situs1.domainanda.com(Memerlukan pengaturan Wildcard DNS pada hosting). -
Sub-directories: Contoh:
domainanda.com/situs1(Lebih mudah karena tidak perlu pengaturan DNS tambahan).
Isi detail nama jaringan dan email admin, lalu klik Install.
Langkah 3: Modifikasi File wp-config.php dan .htaccess
Setelah klik Install, WordPress akan memberikan dua blok kode. Anda harus memasukkannya ke dalam dua file berbeda:
-
wp-config.php: Salin kode yang diberikan dan tempelkan di atas baris yang tadi Anda tambahkan.
-
.htaccess: Ganti semua aturan penulisan ulang (rewrite rules) yang ada di file
.htaccessdengan kode baru yang diberikan oleh WordPress.
Langkah 4: Login Kembali
Setelah file disimpan, keluar (log out) dari dasbor WordPress dan masuk kembali. Anda akan melihat perubahan besar: menu My Sites (Situs Saya) akan muncul di pojok kiri atas. Selamat! Anda sekarang adalah seorang Super Admin.
Mengatur WordPress Multisite mungkin terlihat teknis, namun manfaat efisiensi yang ditawarkan sangat luar biasa bagi pengelola banyak situs. Anda cukup memperbarui tema atau plugin satu kali, dan perubahan tersebut akan berlaku untuk seluruh jaringan situs Anda.
Pelajari lebih lanjut mengenai pengelolaan jaringan ini di dokumentasi resmi WordPress untuk memaksimalkan fitur Network Admin Anda!



